BISNISMARKET.COM - PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) secara resmi mengumumkan langkah strategisnya untuk mengakuisisi seluruh saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk bertransformasi menjadi perusahaan tertutup atau "go private".
Proses akuisisi ini akan berdampak pada penghapusan pencatatan saham SUPR dari lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), sebuah langkah yang dikenal sebagai "delisting". Keputusan penting ini diambil setelah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham independen.
Persetujuan tersebut secara resmi diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2026. Momen tersebut menjadi tonggak krusial dalam mewujudkan rencana go private Protelindo.
Asuransi Kendaraan Hadapi Ujian Perlambatan Kredit Multifinance, Strategi Adaptasi Jadi Kunci
Tindakan Protelindo ini diwujudkan melalui pelaksanaan Penawaran Tender Sukarela (VTO). Melalui mekanisme ini, Protelindo menawarkan harga premium sebesar Rp45.000 per lembar saham SUPR kepada para pemegang saham.
Penawaran harga premium ini diharapkan dapat menarik minat para pemegang saham SUPR untuk menjual kepemilikan mereka. Tujuannya adalah untuk menguasai 100% saham perusahaan telekomunikasi tersebut secara keseluruhan.
"Pelaksanaan VTO ini merupakan kelanjutan dari keputusan strategis perusahaan untuk melakukan go private," demikian pernyataan yang disampaikan. Pernyataan ini menegaskan komitmen Protelindo dalam menyelesaikan proses akuisisi.
Langkah Protelindo ini menunjukkan determinasi perusahaan untuk mengkonsolidasikan kepemilikannya atas PT Solusi Tunas Pratama Tbk. Akuisisi penuh ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis ke depannya.
Proses delisting dari BEI menandai babak baru bagi SUPR, yang akan beroperasi di bawah kendali penuh Protelindo tanpa lagi terdaftar di bursa saham publik. Hal ini seringkali dilakukan untuk efisiensi operasional dan strategi bisnis jangka panjang.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, rencana ini telah melalui tahapan persetujuan yang formal. Hal ini menunjukkan bahwa Protelindo telah melewati proses yang terstruktur dalam mencapai tujuannya.