BISNISMARKET.COM - Konflik dualisme kepengurusan dalam tubuh organisasi Muay Thai Indonesia kembali memanas dan menjadi perhatian publik. Situasi ini mendorong salah satu kubu pengurus untuk mengambil langkah proaktif mencari penyelesaian.

Perwakilan dari kubu pengurus tersebut telah mendatangi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. Kedatangan ini bertujuan untuk meminta adanya mediasi resmi guna meredam gejolak internal yang terjadi.

Permintaan mediasi ini juga disertai dengan permohonan perlindungan khusus bagi para atlet, pelatih, serta seluruh jajaran tim yang secara langsung terdampak oleh ketidakpastian organisasi ini. Hal ini menjadi fokus utama audiensi yang dilaksanakan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari Pengurus Besar MuayThai Indonesia (PBMI) versi Nadiem Al Farrel hadir, diwakili oleh Sekretaris Jenderal Lutfi Agizal dan Yunus Adhi Prabowo selaku kuasa hukum PBMI Pengurus Provinsi. Mereka membawa dasar hukum kuat untuk tuntutan mediasi ini.

Mereka menegaskan bahwa Kemenpora memiliki kewenangan penuh untuk menyelesaikan polemik ini berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Keolahragaan, khususnya mengacu pada Pasal 102 ayat 4. Kewenangan ini menjadi landasan hukum bagi desakan mereka kepada pemerintah.

“Kemenpora mempunyai juridiksi dan power sesuai undang-undang olahraga. Kami memohon dipertemukan antara kedua kubu agar atlet, coach, dan jajarannya tidak dilarang bertanding,” ujar Rizal Widya Aguta, kuasa hukum PB MuayThai Indonesia kubu Nadiem Al Farrel, saat ditemui di KONI, Kamis (21/5/2026).

Selain mediasi formal, pihak tersebut juga meminta Kemenpora untuk segera menerbitkan surat rekomendasi resmi. Surat ini diharapkan dapat mencegah adanya pihak manapun yang membatasi ruang gerak serta partisipasi atlet dan pelatih dalam kegiatan.

Menurut perwakilan tersebut, prioritas utama dalam situasi ini adalah menjaga kepentingan atlet dan memastikan kesinambungan prestasi olahraga nasional Indonesia. Mereka menekankan bahwa konflik internal tidak boleh mengorbankan karier atlet yang tengah berkembang.

“Kami berdiri untuk kepentingan atlet dan kepentingan Indonesia,” katanya.