Menjelang musim mudik Lebaran 2026, pemerintah mulai menyiapkan strategi baru guna meningkatkan kenyamanan para pelaku perjalanan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi mendorong pemanfaatan rumah ibadah sebagai tempat beristirahat sementara bagi masyarakat. Langkah inovatif ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di titik-titik peristirahatan konvensional yang sering membeludak sepanjang jalur utama.

Saat memberikan keterangan di Makassar pada Jumat (27/2), Dudy mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan inisiatif lintas sektoral yang terukur. Kementerian Perhubungan saat ini tengah bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk melakukan pemetaan lokasi yang strategis di berbagai daerah. Sejumlah masjid di sepanjang jalur mudik telah diidentifikasi untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukungnya.

Program bertajuk "masjid ramah pemudik" ini dirancang untuk memberikan perlindungan dan ketenangan bagi masyarakat selama menempuh perjalanan jauh. Fokus utama pemerintah adalah menjamin ketersediaan fasilitas yang layak bagi mereka yang sedang menuju kampung halaman. Inisiatif ini juga bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan pengemudi di jalan raya. "Kita sudah melakukan identifikasi beberapa masjid yang mungkin bisa digunakan, dengan fasilitas yang memadai, itu bersama Kementerian Agama," ujar Dudy Purwagandhi. Beliau menegaskan bahwa pemilihan lokasi tidak dilakukan secara sembarangan melainkan melalui proses verifikasi yang ketat. Hal ini dilakukan agar fungsi utama masjid tetap terjaga meskipun digunakan sebagai tempat transit sementara.

Keberhasilan program ambisius ini diakui sangat bergantung pada dukungan penuh dari pemerintah daerah di seluruh tingkatan wilayah. Menhub secara terbuka mengundang pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota untuk ikut serta memfasilitasi kebutuhan para pemudik di daerah masing-masing. Partisipasi aktif dari daerah dianggap sangat krusial agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan lebih optimal dan merata.

Terdapat beberapa kriteria wajib yang harus dipenuhi oleh setiap masjid yang akan dijadikan tempat beristirahat selama arus mudik berlangsung. Fasilitas tersebut mencakup ketersediaan air bersih yang melimpah, ruang istirahat yang layak, serta sistem keamanan yang terjamin bagi pengunjung. Selain itu, aspek lahan parkir yang luas menjadi poin penting agar tidak memicu kemacetan baru di sekitar lokasi. "Jadi kita akan menggunakan masjid-masjid yang memiliki fasilitas dan sarana yang memadai buat pemudik menggunakan masjid tersebut," pungkas Dudy menutup penjelasannya. Pemerintah optimis bahwa kolaborasi ini akan menciptakan pengalaman mudik yang lebih humanis dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Rencana detail mengenai daftar masjid tersebut akan segera diumumkan setelah proses koordinasi final selesai dilakukan.

Sumber: Cnnindonesia

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260227133213-92-1332457/menhub-dorong-masjid-jadi-rest-area-saat-arus-mudik-lebaran