JAKARTA. BisnisMarket.com – Nama George Soros kembali menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial Indonesia pada April 2026 ini. Miliarder asal Amerika Serikat ini sering kali disebut-sebut dalam berbagai narasi yang mengaitkannya dengan potensi instabilitas ekonomi nasional. Namun, siapakah sebenarnya pria yang dijuluki "Pria yang Mematahkan Bank Inggris" ini?
Siapa George Soros?
Lahir di Hungaria pada tahun 1930, George Soros adalah seorang investor kelas kakap, spekulan mata uang, dan filantropis. Ia mendirikan Soros Fund Management dan menjadi sangat fenomenal setelah meraup keuntungan US$1 miliar hanya dalam satu hari dengan melakukan "short-selling" terhadap Poundsterling Inggris pada tahun 1992.
Di luar dunia keuangan, ia dikenal sebagai pendiri Open Society Foundations (OSF), sebuah jaringan lembaga donor yang mendanai berbagai gerakan masyarakat sipil, demokrasi, dan hak asasi manusia di seluruh dunia, termasuk melalui Yayasan Tifa di Indonesia.
Jejak Sejarah: Soros dan Krisis 1998
Sentimen negatif terhadap Soros di Indonesia bermula pada Krisis Moneter 1997-1998. Kala itu, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, secara terbuka menuding Soros sebagai penyebab jatuhnya nilai tukar mata uang di Asia Tenggara.
Soros sendiri telah berulang kali membantah tuduhan tersebut. Dalam kunjungannya ke Jakarta beberapa tahun silam, ia menegaskan bahwa dirinya hanyalah pelaku pasar yang bertindak berdasarkan peluang, sementara kelemahan sistem keuangan sebuah negaralah yang sebenarnya memicu krisis tersebut.
Mengapa Namanya Kembali Mencuat di 2026?
Belakangan ini, isu mengenai keterlibatan Soros kembali muncul seiring dengan dinamika politik dan ekonomi global. Beberapa poin yang memicu spekulasi di masyarakat antara lain: