BISNISMARKET.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mengintensifkan program prioritas untuk menutup sejumlah perlintasan sebidang yang dinilai sangat rawan menimbulkan insiden fatal di berbagai koridor operasional mereka. Langkah ini merupakan bagian integral dari komitmen keselamatan transportasi nasional.

Upaya mitigasi risiko ini difokuskan pada persimpangan antara jalan raya dan jalur rel kereta api, area yang secara historis menjadi titik rawan kecelakaan serius. Penutupan ini bertujuan memutus potensi tabrakan antara kereta api dengan kendaraan atau pejalan kaki.

Hingga periode awal Juni 2026, tercatat bahwa sebanyak 118 lokasi perlintasan sebidang telah berhasil dieleminasi dari daftar prioritas. Pencapaian ini menunjukkan progres signifikan perusahaan dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Target nasional yang disepakati dalam program prioritas penghapusan perlintasan sebidang ini menetapkan angka penutupan total sebanyak 172 lokasi. Dengan capaian 118 titik ini, KAI menunjukkan keseriusan mereka dalam mewujudkan keselamatan perjalanan kereta api.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, program ini merupakan strategi jangka panjang yang dirancang untuk mengurangi fatalitas yang kerap terjadi di persimpangan jalur ganda tersebut. Keselamatan penumpang dan masyarakat umum menjadi pertimbangan utama dalam eksekusi program ini.

Program penutupan ini dilaksanakan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan jalan. Metode penutupan bervariasi, mulai dari pembangunan flyover, underpass, hingga rekayasa lalu lintas lainnya.

Langkah progresif ini menunjukkan dedikasi perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan operasional secara menyeluruh di seluruh jaringan rel Indonesia. Penutupan perlintasan sebidang adalah kunci utama dalam mewujudkan zero accident di persimpangan kritis.

"PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara progresif melaksanakan program prioritas untuk menutup sejumlah perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan di berbagai wilayah operasionalnya," ujar perwakilan KAI.

Perusahaan menegaskan bahwa penutupan 118 lokasi yang telah selesai hingga awal Juni 2026 ini merupakan hasil kerja keras yang sejalan dengan target nasional yang ambisius. "Hingga awal Juni 2026, tercatat sebanyak 118 lokasi telah berhasil ditutup dari target awal yang ditetapkan," tambah mereka.