BISNISMARKET.COM - Sebuah investigasi komprehensif yang dirilis oleh Reuters pada hari Rabu, 10 Juni 2026, telah membuka tabir mengenai potensi keuntungan besar yang diperoleh oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan keluarganya melalui berbagai investasi di sektor mata uang kripto. Penemuan ini segera menarik perhatian publik dan regulator pasar keuangan global.

Temuan utama dari investigasi tersebut menunjukkan adanya akumulasi kekayaan signifikan yang diklaim berhasil diraih oleh keluarga Trump. Kekayaan yang berhasil dikumpulkan ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu sebesar US$ 2,3 miliar.

Angka tersebut setara dengan kurang lebih Rp 41,4 triliun jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah saat ini, menggarisbawahi skala operasi bisnis kripto yang dijalankan oleh entitas terkait keluarga tersebut.

Yang menjadi sorotan utama adalah bagaimana aksi pengumpulan dana masif ini diklaim dapat dilakukan dengan meminimalkan risiko finansial pribadi yang harus ditanggung oleh pihak keluarga Trump sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai struktur investasi dan mitigasi risiko yang mereka terapkan.

Ironisnya, sementara keuntungan besar dicatat oleh pihak keluarga, para investor ritel yang tertarik karena nama besar keluarga tersebut justru menghadapi konsekuensi finansial yang sangat berat. Mereka mengalami kerugian total yang jumlahnya setara dengan keuntungan yang diraih.

Kerugian yang dialami oleh investor ritel tersebut tercatat mencapai jumlah yang sama persis, yakni US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 41,4 triliun. Kerugian ini terjadi sebagai dampak langsung dari kehancuran nilai aset kripto yang sebelumnya mereka beli.

Hal ini menunjukkan adanya disparitas risiko yang ekstrem, di mana masyarakat umum menanggung beban kerugian penuh setelah tergiur oleh promosi atau asosiasi nama keluarga tersebut dengan aset digital tersebut.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, investigasi tersebut secara rinci membedah mekanisme bagaimana keuntungan tersebut terakumulasi di satu sisi, sementara kerugian besar terjadi di sisi investor publik.

"Sebuah investigasi mendalam yang dirilis oleh Reuters pada Rabu, 10 Juni 2026, mengungkap dugaan keuntungan besar yang diraih oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta keluarganya dari berbagai lini bisnis mata uang kripto," demikian bunyi salah satu poin utama dalam temuan tersebut.