BISNISMARKET.COM - Indonesia dan Filipina secara resmi telah menyepakati sebuah kerangka kerja perdagangan baru yang inovatif untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Kesepakatan ini berfokus pada implementasi skema imbal dagang atau barter sebagai alternatif dalam dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Langkah strategis ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua negara untuk mencari solusi perdagangan yang lebih fleksibel di tengah tantangan ekonomi internasional saat ini. Mekanisme barter ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi eksportir dan importir kedua belah pihak.

Skema perdagangan yang disepakati ini dirancang dalam model tripartit yang melibatkan tiga entitas dalam satu rangkaian transaksi perdagangan. Model ini merupakan inovasi dalam hubungan dagang antara Jakarta dan Manila untuk memfasilitasi pertukaran barang.

Potensi nilai transaksi yang dapat dihasilkan dari kerja sama barter tripartit ini diperkirakan mencapai angka yang sangat signifikan. Diharapkan, nilai tahunan dari skema perdagangan alternatif ini dapat menyentuh nominal US$ 350 juta.

Angka potensi transaksi tersebut setara dengan sekitar Rp 5,5 triliun, menegaskan besarnya potensi ekonomi dari kolaborasi dagang baru ini. Nilai ini menjadi indikator penting keberhasilan implementasi skema imbal dagang tersebut.

"Indonesia dan Filipina telah mencapai kesepakatan penting terkait peningkatan hubungan perdagangan bilateral melalui skema barter atau imbal dagang," ujar salah satu pejabat terkait. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk mencari mekanisme perdagangan alternatif di tengah dinamika ekonomi global saat ini.

Lebih lanjut, mekanisme yang disepakati adalah model tripartit yang melibatkan tiga pihak dalam satu rangkaian transaksi yang terstruktur. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan dan efisiensi dalam proses pertukaran barang antara kedua negara.

"Potensi nilai transaksi dari kerja sama barter ini diperkirakan dapat mencapai angka signifikan, yaitu sebesar US$ 350 juta per tahun," tambah sumber tersebut. Angka ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan perdagangan non-tunai kedua negara.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kesepakatan ini menandai babak baru dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Filipina. Implementasi skema barter ini menjadi solusi konkret dalam meningkatkan neraca perdagangan kedua negara.