JAKARTA, BisnisMarket.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak variatif cenderung menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (3/7). Proyeksi ini didukung oleh sentimen positif yang datang dari pasar global, khususnya respons Wall Street terhadap data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

Sentimen positif tersebut dipicu oleh rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS periode Juni yang dirilis oleh Biro Tenaga Kerja AS. Data menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya mencapai 57 ribu, jauh di bawah konsensus pasar yang memprediksi pertambahan sebanyak 110 ribu.

Kelemahan data ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga, yang secara historis menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk pasar saham domestik.

Pergerakan IHSG pada hari sebelumnya, Kamis (2/7), ditutup menguat signifikan sebesar 0,87% ke level 5.744,56. Namun, penguatan tersebut sempat tertahan oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.

Proyeksi Analis

Analis dari Phintraco Sekuritas menilai bahwa secara teknikal, IHSG masih tertahan di area rata-rata pergerakan harga lima hari (Moving Average/MA5). Meskipun indikator MACD menunjukkan penguatan histogram positif, Stochastic RSI mengindikasikan potensi terjadinya death cross di area oversold.

"Sehingga IHSG berpeluang konsolidasi di rentang level 5.700 hingga 5.800 pada perdagangan Jumat (3/7)," jelas analis Phintraco dalam catatan resminya kepada investor.

Sementara itu, analis dari CGS International Sekuritas Indonesia menyoroti bahwa penguatan mayoritas indeks di Wall Street dan kenaikan harga emas dunia menjadi sentimen pendukung utama bagi pasar saham domestik.

"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.680 dan 5.615, serta level resistance di 5.810 dan 5.875," tambah analis CGS International.