JAKARTA, BisnisMarket.com – Sosok dr. Tirta Mandira Hudhi, atau yang akrab disapa Dokter Tirta, terus menjadi figur inspiratif di Indonesia. Selain dikenal vokal dalam edukasi kesehatan dan sukses sebagai pengusaha shoes care, kisah perjalanan hidup pribadinya, terutama mengenai keyakinan dan agama, sering kali menarik perhatian publik.
Dalam berbagai kesempatan wawancara dan podcast terbaru di tahun 2026, Dokter Tirta kembali berbagi kisah tentang bagaimana ia menemukan kedamaian dalam Islam.
Latar Belakang Keluarga yang Toleran
Lahir di Surakarta pada 30 Juli 1991, Dokter Tirta tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang keyakinan yang beragam. Ayahnya adalah seorang Muslim keturunan Jawa, sementara ibunya merupakan non-Muslim keturunan Tionghoa. Sejak kecil, Tirta terbiasa hidup dalam keberagaman dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
"Saya tumbuh dengan melihat dua sudut pandang yang berbeda, dan itu membuat saya belajar menghargai setiap pilihan hidup orang lain," ujar Tirta dalam sebuah diskusi daring.
Momen Menjadi Mualaf
Keputusan Dokter Tirta untuk memeluk agama Islam (mualaf) terjadi pada tahun 2011, saat ia masih menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengungkapkan bahwa keputusannya tersebut didasari oleh pencarian jati diri dan hidayah yang ia rasakan melalui mimpi serta lingkungan pertemanannya.
Salah satu cerita ikonik yang sering ia bagikan adalah momen saat ia mendengar suara azan yang seolah memanggilnya, serta dukungan sang ayah yang membebaskannya memilih keyakinan dengan penuh tanggung jawab.
Edukator yang Menjunjung Nilai Kemanusiaan