BISNISMARKET.COM - Sebuah konten video yang memicu refleksi mendalam mengenai pengabdian masyarakat baru-baru ini menjadi sorotan publik di media sosial. Konten tersebut diunggah oleh Risma Indriyani, seorang alumni dari almamater Institut Teknologi Bandung (ITB), Fakultas Biologi.

Risma Indriyani kini diketahui tengah mendedikasikan keilmuannya melalui sebuah lini usaha sosial yang ia rintis sendiri. Usaha yang diberi nama @Suhuf_official ini mengusung konsep fundamental ekonomi sirkular dalam operasinya.

Fokus utama dari gerakan yang digagas Risma adalah upaya pemberdayaan bagi para petani dan pengrajin lokal yang berada di kawasan sekitar Bandung. Langkah ini sejalan dengan tujuannya untuk menciptakan dampak positif di lingkungan sekitarnya.

Melalui akun Instagram pribadinya, @rismaindryanim, Risma membagikan pemikirannya mengenai transformasi karier yang ia jalani saat ini. Ia merefleksikan bagaimana perjalanannya telah membawanya pada bentuk pengabdian yang berbeda dari ekspektasi umum.

Risma menyampaikan sebuah refleksi pribadi yang menyentuh hati banyak pihak mengenai jalur kariernya pasca-kelulusan dari ITB. "Aku menemukan versi bertumbuhku bersama @Suhuf_official dan para Petani & Pengrajin Lokal untuk menciptakan berbagai produk souvenir eco-friendly dari limbah pertanian seperti pelepah pisang dan jerami," tulis Risma dalam unggahannya.

Secara spesifik, produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh inisiatif ini berasal dari pemanfaatan limbah pertanian. Bahan baku seperti pelepah pisang dan jerami diolah menjadi berbagai macam produk suvenir yang memiliki nilai jual tinggi dan bersifat ramah lingkungan.

Pernyataan Risma tersebut menegaskan bahwa jalur untuk mengabdi kepada masyarakat tidak harus selalu terbatas pada lingkungan akademik atau laboratorium. Hal ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi aksi nyata.

"Hai Biologi ITB gapapa kan aku yang sekarang ga jadi Ilmuwan? aku menemukan versi bertumbuhku bersama @Suhuf_official dan para Petani & Pengrajin Lokal untuk menciptakan berbagai produk souvenir eco-friendly dari limbah pertanian seperti pelepah pisang dan jerami," tulis Risma dalam unggahannya.

Lebih lanjut, Risma menekankan bahwa esensi dari pengabdian sejati dapat diwujudkan melalui berbagai metode inovatif dan kreatif. Ia percaya bahwa kontribusi berarti dapat lahir dari jalur yang tidak konvensional, asalkan memberikan manfaat substantif.