BISNISMARKET.COM - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, atau yang dikenal sebagai Bank Jatim, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada tahun 2025. Laba bersih konsolidasi perseroan tercatat mencapai Rp1,61 triliun sepanjang tahun tersebut.
Pencapaian laba ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 24,80 persen jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan perolehan laba periode sebelumnya yang berada di angka Rp1,29 triliun.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengungkapkan bahwa fondasi utama di balik peningkatan laba tersebut adalah struktur pendanaan yang diperkuat serta peningkatan kualitas aset yang semakin membaik.
"Kinerja ini didukung oleh struktur funding yang solid dan kualitas aset yang semakin membaik,” ujar Winardi Legowo, sebagaimana dikutip pada Selasa, 31 Maret 2026.
Pada segmen bank only, Bank Jatim menyalurkan total kredit sebesar Rp67,2 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menandai kenaikan sebesar 4,98 persen secara year-on-year.
Komposisi kredit menunjukkan bahwa segmen kredit konsumer masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp36,54 triliun, mengalami pertumbuhan 6,20 persen yoy. Sementara itu, kredit produktif tercatat sebesar Rp30,7 triliun, meningkat 3,55 persen yoy.
Winardi menjelaskan bahwa fokus manajemen sepanjang 2025 adalah memperkuat basis dana murah, terutama melalui pendekatan transaction banking dan pengembangan ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Strategi ini berhasil tercermin dari pertumbuhan signifikan dana giro yang melonjak hingga Rp21,4 triliun, atau naik 12,5 persen secara tahunan, seiring peningkatan jumlah nasabah sebesar 5,64 persen.
"Fokus kami adalah penetrasi dana murah berbasis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan nasabah,” tegas Winardi.