BISNISMARKET.COM - Bank Dunia secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk mengakhiri penyaluran pinjaman kepada China secara bertahap. Proses penghentian ini dijadwalkan akan rampung pada tahun 2031, menandai sebuah pergeseran penting dalam dinamika hubungan ekonomi antara kedua belah pihak.

Keputusan fundamental ini telah tertuang dalam dokumen terbaru Bank Dunia, yaitu Country Partnership Framework (CPF). Dokumen ini berfungsi sebagai panduan utama yang akan menentukan arah kolaborasi antara Bank Dunia dan China dalam beberapa tahun mendatang.

Selama periode lima tahun berlakunya CPF, Bank Dunia akan secara konsisten melakukan pengurangan jumlah pinjaman yang disalurkan. Pengurangan ini akan difokuskan pada pinjaman yang melalui mekanisme International Bank for Reconstruction and Development (IBRD).

Pembatasan jumlah pinjaman yang disalurkan melalui IBRD ini ditetapkan secara tegas. Angka maksimal pengurangan pinjaman yang diizinkan selama periode CPF adalah sebesar 2 miliar dolar Amerika Serikat.

Pergeseran fokus ini menunjukkan adanya evolusi dalam kemitraan Bank Dunia dengan China. Alih-alih sebagai penyalur dana, Bank Dunia akan lebih berperan sebagai fasilitator transfer pengetahuan dan keahlian.

Transformasi ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan di China melalui pertukaran ide dan praktik terbaik. Kemitraan berbasis pengetahuan ini membuka peluang baru untuk kolaborasi yang lebih mendalam.

"Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa hubungan kami dengan China terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan global, dengan fokus pada pertukaran pengetahuan dan keahlian," ujar seorang perwakilan Bank Dunia yang tidak disebutkan namanya.

Pergeseran dari model pinjaman tradisional ke kemitraan berbasis pengetahuan ini merupakan langkah proaktif Bank Dunia. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk menciptakan model pembangunan yang lebih berkelanjutan dan mandiri.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, keputusan ini mencerminkan kematangan ekonomi China dan kemampuannya untuk mandiri dalam pembiayaan pembangunan di masa depan. Bank Dunia memilih untuk mengalihkan sumber dayanya ke area yang membutuhkan dukungan lebih besar.