CHINA, BisnisMarket.com - Pasar otomotif China kembali memaksa produsen global mengambil langkah ekstrem. Kali ini giliran Audi yang mulai merombak total strategi bisnisnya demi bertahan di tengah persaingan kendaraan listrik yang makin brutal.
Dilansir dari cnevpost diakses pada (18/5), pabrikan premium asal Jerman itu dikabarkan segera mengumumkan restrukturisasi besar untuk dua joint venture mereka di China. Langkah ini bukan sekadar pembagian kerja biasa, melainkan strategi baru yang akan menentukan masa depan Audi di era elektrifikasi.
Dalam skema terbaru, FAW Audi akan memegang kendali penuh atas lini kendaraan bermesin bakar hingga mobil listrik premium berlogo empat cincin. Sementara itu, SAIC Audi diposisikan khusus untuk mengembangkan dan menjual sub-brand AUDI yang sepenuhnya berorientasi pada mobil listrik modern.
Audi Pisahkan Bisnis Mobil Bensin dan EV di China
Perubahan besar ini membuat SAIC Audi tak lagi menjual kendaraan internal combustion engine atau ICE. Semua fokus diarahkan pada pengembangan merek AUDI, identitas baru Audi khusus pasar China yang tampil tanpa logo empat cincin ikonik.
Strategi ini dianggap sebagai cara paling realistis untuk menghadapi kondisi pasar China saat ini. Di satu sisi, Audi masih ingin mempertahankan keuntungan besar dari mobil bensin premium. Namun di sisi lain, mereka juga harus bergerak agresif di segmen EV yang kini dikuasai banyak merek lokal China.
FAW Audi yang berbasis di Changchun nantinya akan menjadi tulang punggung bisnis utama Audi. Mereka bertanggung jawab mengelola produk berbasis Premium Platform Combustion dan Premium Platform Electric. Sementara SAIC Audi yang bermarkas di Shanghai diarahkan sepenuhnya menjadi pusat pengembangan kendaraan listrik masa depan.
SAIC Audi Mulai Tinggalkan Mobil ICE
Laporan terbaru dari Mingjing Pro diakses pada (18/5), SAIC Audi kini mulai menghabiskan stok kendaraan bermesin bakar yang masih tersisa. Setelah proses destocking selesai, jaringan dealer mereka hanya akan menjual model-model dari merek AUDI.