JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda membayangkan fitur paling canggih yang baru saja diperkenalkan, tiba-tiba tak boleh dinikmati jutaan orang hanya karena aturan hukum? Inilah drama besar yang baru saja mengguncang dunia teknologi, melibatkan raksasa Apple dan otoritas Uni Eropa dan dampaknya akan terasa sampai ke kantong Anda.

Langkah besar Apple menghadirkan asisten virtual terbarunya, Siri AI yang didukung kecerdasan buatan generatif, ternyata tak bisa dinikmati pengguna iPhone dan iPad di wilayah Uni Eropa. Keputusan penundaan ini diumumkan segera setelah fitur andalan dalam pembaruan iOS 27 dan iPadOS 27 itu dipamerkan dalam ajang WWDC 2026, dan langsung memicu perdebatan panas soal aturan, keamanan, dan masa depan persaingan bisnis digital.

Alasan Utama: Aturan DMA dan Pertarungan Privasi

Menurut penjelasan resmi Apple, aturan dalam Digital Markets Act (DMA) menjadi penyebab utama. Regulasi Uni Eropa ini mewajibkan platform besar seperti iOS membuka akses luas bagi layanan pihak ketiga, termasuk asisten virtual pesaing. Namun bagi Apple, kewajiban ini berisiko besar terhadap perlindungan data pribadi pengguna.

“Kami sangat kecewa karena pengguna kami di Uni Eropa tidak akan mendapatkan Siri AI di iPhone dan iPad ketika pembaruan perangkat lunak baru diluncurkan akhir tahun ini,” ujar Craig Federighi, Wakil Presiden Senior Rekayasa Perangkat Lunak Apple, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada 11 Juni 2026.

Pihak Apple menjelaskan, Siri AI bisa mengakses data pribadi dalam jumlah besar—mulai dari pesan, foto, hingga aktivitas di dalam aplikasi. Jika harus membuka akses yang sama ke layanan lain tanpa perlindungan ketat, risiko kebocoran dan penyalahgunaan data menjadi sangat nyata. Sebelumnya, perusahaan telah mengajukan usulan masa transisi 18 bulan untuk membangun sistem yang aman, namun ditolak mentah-mentah oleh regulator Eropa.

Penolakan Tegas dari Regulator Eropa

Namun, Komisi Eropa memiliki pandangan yang sangat berbeda. Juru bicaranya, Thomas Regnier, menegaskan bahwa aturan DMA sama sekali tidak melarang Apple meluncurkan produk baru.

“Keputusan untuk tidak meluncurkan Siri AI di Uni Eropa adalah keputusan Apple dan hanya Apple,” tegas Regnier kepada wartawan di Brussel. Menurutnya, aturan ini justru dibuat agar persaingan lebih sehat dan pengguna punya lebih banyak pilihan, bukan untuk menahan inovasi.