BISNISMARKET.COM - Peradaban kuno di Timur Tengah kini menghadapi ancaman eksistensial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dua sungai vital, Eufrat dan Tigris, yang telah menjadi denyut nadi kehidupan dan melahirkan peradaban-peradaban besar selama ribuan tahun, kini berada di ambang kekeringan permanen.
Ancaman ini bukan sekadar prediksi, melainkan kenyataan yang semakin mendekat. Para ilmuwan memperkirakan kedua sungai ikonik ini bisa mengering dalam beberapa dekade mendatang.
Fenomena ini dipicu oleh perubahan iklim global yang berdampak pada pola cuaca dan ketersediaan air secara keseluruhan. Pemanasan global menyebabkan peningkatan penguapan dan perubahan curah hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, penurunan drastis debit air menjadi faktor krusial lain yang memperburuk kondisi sungai. Penggunaan air yang intensif untuk pertanian, industri, dan kebutuhan domestik juga berkontribusi pada penipisan sumber daya air ini.
"Peradaban kuno di Timur Tengah kini menghadapi krisis eksistensial yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap artikel dari tren.bisnismarket.com.
"Dua sungai vital, Eufrat dan Tigris, yang telah menjadi denyut nadi kehidupan dan melahirkan peradaban-peradaban besar selama ribuan tahun, kini berada di ambang kekeringan permanen," tambahnya.
"Ancaman ini bukan sekadar prediksi, melainkan kenyataan yang semakin mendekat," tegas artikel tersebut.
"Para ilmuwan memperkirakan kedua sungai ikonik ini bisa mengering dalam beberapa dekade mendatang," jelasnya.
"Sebuah fenomena yang dipicu oleh perubahan iklim global dan penurunan drastis debit air," simpul artikel itu.