JAKARTA, BisnisMarket.com - Bayangkan, hampir tiga perempat uang yang dikeluarkan untuk melaut habis hanya demi membeli bahan bakar. Saat harga minyak dunia melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah, pendapatan nelayan nyaris tergerus habis, bahkan ada yang berisiko merugi besar. Inilah tantangan ekonomi nyata yang kini melanda jutaan pelaku usaha perikanan di tanah air.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (24/4), Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Lotharia Latif mengakui kenaikan harga BBM menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan nelayan dan keberlangsungan usaha perikanan.

Beban Operasional Membengkak

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang tak terhindarkan langsung berdampak pada harga jual BBM, terutama jenis non-subsidi yang kini sudah menembus angka Rp25.000 per liter. Padahal, menurut catatan KKP, “sekitar 70 persen biaya operasional melaut berasal dari BBM”. Artinya, semakin mahal harga BBM, semakin tipis sisa pendapatan yang bisa dibawa pulang nelayan ke keluarga.

Berdasarkan kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, kenaikan harga energi dapat menekan marjin keuntungan usaha perikanan hingga 20-30 persen dalam waktu singkat, bahkan membuat sebagian aktivitas penangkapan ikan menjadi tidak layak secara ekonomi jika tidak ada intervensi kebijakan.

Subsidi BBM Belum Cukup

Pemerintah memang telah memberikan kepastian bahwa harga BBM subsidi untuk nelayan tidak akan naik sampai akhir 2026, sesuai pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Langkah ini tentu meringankan beban, namun persoalan belum selesai.

Latif menegaskan, “tantangan di lapangan masih muncul, terutama terkait dengan distribusi yang belum merata dan akses yang belum sepenuhnya mudah dijangkau nelayan”. Banyak nelayan di daerah terpencil kesulitan mendapatkan pasokan BBM subsidi, sehingga terpaksa membeli jenis non-subsidi dengan harga jauh lebih mahal. Selain itu, tata kelola penyaluran yang kurang ketat membuat sebagian subsidi justru dinikmati pihak yang tidak berhak.

Perubahan Aturan Jadi Kunci