BISNISMARKET.COM - Nama Josepha Alexandra alias Ocha belakangan menjadi sorotan publik usai videonya dalam ajang Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.
Josepha Alexandra, perwakilan SMAN 1 Pontianak itu ramai diperbincangkan setelah jawaban yang ia berikan dalam perlombaan dianggap salah oleh dewan juri, padahal banyak warganet menilai jawabannya sudah tepat. Momen tersebut memicu perdebatan luas di internet hingga menuai kritik terhadap sistem penilaian lomba.
Dalam video yang beredar, Ocha terlihat berani menyampaikan sanggahan kepada dewan juri terkait keputusan penilaian yang dianggap merugikan timnya.
Ekspresi kecewa dari Ocha pun menjadi perhatian publik karena dinilai menggambarkan perjuangan peserta yang merasa jawabannya tidak diapresiasi secara adil.
Sikapnya yang tetap tenang namun tegas saat mempertanyakan keputusan juri membuat banyak netizen memberikan dukungan kepadanya.
Viralnya kasus tersebut membuat nama Ocha mendadak dikenal luas di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet menilai dirinya sebagai sosok pelajar cerdas dan berani menyuarakan pendapat.
Tak sedikit pula yang mengunggah ulang potongan video perlombaan tersebut sambil membahas dugaan kekeliruan penilaian dalam kompetisi nasional yang digelar oleh MPR RI itu.
Kontroversi ini bahkan mendapat perhatian langsung dari pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dalam perlombaan tersebut.
Pihak MPR RI mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem lomba maupun kinerja dewan juri agar kejadian serupa tidak terulang kembali.