BISNISMARKET.COM - Kuasa hukum aktris Nikita Mirzani melayangkan protes resmi terkait keabsahan alat bukti yang disajikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus yang sedang dihadapi kliennya. Poin utama yang menjadi perhatian adalah mengenai bukti rekaman video asli yang dinilai sebagai landasan utama vonis.
Hal ini muncul setelah tim kuasa hukum menemukan adanya disparitas atau perbedaan signifikan antara fakta-fakta yang terungkap selama proses persidangan. Perbedaan tersebut juga terjadi dengan berkas putusan yang telah melalui beberapa tingkatan peradilan, mulai dari pengadilan tingkat pertama hingga kasasi.
Menurut pandangan tim kuasa hukum, bukti-bukti yang selama ini dilampirkan oleh pihak Jaksa hanya berupa tangkapan layar atau _screenshot_. Hal ini menjadi dasar keberatan mereka dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Namun, dalam pertimbangan hakim yang tertuang dalam berkas putusan, bukti tersebut justru ditulis seolah-olah merupakan potongan rekaman video siaran langsung. Perbedaan mendasar inilah yang kini menjadi sorotan utama dalam persidangan.
"Bukti yang dilampirkan oleh Jaksa selama ini hanya berupa tangkapan layar atau _screenshot_," demikian disampaikan oleh pihak kuasa hukum Nikita Mirzani.
"Namun, dalam pertimbangan hakim, bukti tersebut justru tertulis seolah-olah merupakan potongan rekaman video siaran langsung," lanjut pernyataan dari tim kuasa hukum.
Sejarah Tercipta! Deretan Rekor Gila Lionel Messi di Piala Dunia 2026 yang Mustahil Dipecahkan
Perbedaan antara bukti _screenshot_ dan penyebutan rekaman video siaran langsung ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas alat bukti yang digunakan. Hal ini berpotensi mempengaruhi jalannya proses hukum selanjutnya.
Tim kuasa hukum berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap aspek persidangan berjalan sesuai dengan prinsip keadilan. Mereka menekankan pentingnya akurasi dan keabsahan setiap bukti yang diajukan untuk mendapatkan putusan yang adil.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, isu keabsahan bukti video ini menjadi krusial dalam upaya pembelaan Nikita Mirzani. Permasalahan ini diharapkan dapat diatasi dengan transparansi dan penegakan hukum yang berkeadilan.