BISNISMARKET.COM - Kebijakan pemerintah yang berfokus pada industrialisasi serta hilirisasi sektor mineral dan batu bara (minerba) di Indonesia kini mulai menunjukkan hasil yang signifikan dan terukur. Hal ini terlihat jelas dari pergeseran kontribusi ekonomi yang kini lebih didominasi oleh sektor industri pengolahan dibandingkan hanya mengandalkan sektor pertambangan semata.
Dampak positif dari program hilirisasi ini secara langsung tercermin pada penerimaan negara. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berhasil dikumpulkan dari sektor minerba sepanjang periode Januari hingga April 2026 telah mencapai angka yang sangat substansial.
Angka phenomenal tersebut tercatat sebesar Rp48,95 triliun, sebuah indikasi kuat mengenai keberhasilan strategi pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah komoditas sumber daya alam di dalam negeri.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) secara tegas menegaskan komitmen dan peran sentralnya dalam upaya mendorong kemandirian industri nasional, khususnya dalam konteks hilirisasi nikel. Peran ini sangat krusial dalam membangun ekosistem baterai kendaraan listrik secara utuh di Indonesia.
Perusahaan BUMN ini memposisikan diri sebagai motor penggerak utama dalam rantai pasok energi baru dan terbarukan (EBT) yang tengah digalakkan pemerintah. Fokus utama adalah memastikan bahwa bahan baku nikel dapat diolah secara maksimal di dalam negeri.
Dikutip dari Tren.Bisnismarket.com, program hilirisasi memang telah terbukti memberikan dampak positif yang nyata terhadap kas negara. Peningkatan penerimaan PNBP menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan tersebut dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Pencapaian PNBP sebesar Rp48,95 triliun dalam empat bulan pertama tahun 2026 ini menggarisbawahi bagaimana hilirisasi telah menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia. Ini menunjukkan bahwa investasi pada pengolahan mineral membuahkan hasil fiskal yang signifikan.
ANTAM berpandangan bahwa penguatan ekosistem baterai nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, melainkan juga pada kemampuan teknologi dan kapasitas industri pengolahan yang mumpuni. Hal ini memerlukan sinergi antar pemangku kepentingan.
"Kebijakan industrialisasi atau hilirisasi komoditas mineral dan batu bara (minerba) di Indonesia kini menunjukkan hasil nyata, terlihat dari peningkatan kontribusi sektor industri dibandingkan sektor pertambangan semata," ujar salah satu perwakilan industri.