TANGERANG SELATAN, BisnisMarket.com - Universal BPR sukses menggelar Universal BPR Fun Run 2026 yang diakhiri dengan forum strategis di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Jumat (17/4/2026). Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kontribusi industri BPR bagi ketahanan ekonomi nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh penting seperti Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa dan Kepala Kantor OJK Provinsi Banten Adi Dharma. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan dukungan penuh terhadap peran strategis BPR dalam menjaga stabilitas keuangan masyarakat.

Ketua Panitia Universal BPR Fun Run 2026, Kaman Siboro, mengapresiasi antusiasme sekitar 1.000 peserta yang memeriahkan ajang olahraga massal tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang lari, melainkan simbol kehadiran BPR dalam mendukung kesehatan dan pelestarian lingkungan.

Selain olahraga, acara ini memberikan dampak sosial nyata melalui donasi sebesar Rp215 juta bagi korban bencana banjir di Sumatera. Kaman menjelaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan langsung kepada warga yang terdampak paling parah sebagai bentuk tanggung jawab sosial industri.

Sebagai simbol kepedulian lingkungan, setiap peserta juga diwajibkan membawa satu tanaman untuk ditanam kembali guna mencegah bencana alam. “Kita beri simbol pohon ini untuk ditanam supaya tidak terjadi banjir lagi akibat penggundulan hutan,” ujar Kaman saat ditemui di lokasi.

Dalam forum strategis tersebut, Kaman yang juga menjabat Ketua Formatur Perbarindo Banten menyoroti tantangan likuiditas serta peningkatan rasio kredit bermasalah (NPL). Ia menekankan perlunya langkah kolektif agar industri BPR tetap tangguh dalam mendukung sektor UMKM di tengah tekanan ekonomi global.

Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma, menyambut positif inisiatif ini karena memberikan manfaat ganda bagi kesehatan masyarakat maupun sektor lingkungan. Ia memastikan pihak regulator akan terus mendampingi industri BPR agar tetap stabil dan kompetitif dalam melayani kebutuhan nasabah di daerah.

Adi memaparkan bahwa kinerja BPR di Banten tetap tumbuh positif dengan kenaikan kredit sebesar 3,32 persen dan DPK melonjak hingga 9,77 persen. Rasio NPL yang terjaga di bawah ambang batas 5 persen menunjukkan bahwa industri keuangan rakyat di wilayah Banten masih sangat sehat.

Guna menghadapi tantangan permodalan, Kaman mendorong adanya sinergi kuat dan kolaborasi sindikasi antar-anggota Perbarindo di tingkat daerah. “Jika kita bergerak bersama-sama, BPR akan jauh lebih kuat dalam menyalurkan pendanaan bagi para pelaku usaha kecil,” tegasnya optimis.